Breaking News

Cuma Gegara Kaos Kaki, Kepala Sekolah Diduga Dipukul! Disiplin Murid Kalah oleh Emosi Orang Tua?

Cuma Gegara Kaos Kaki, Kepala Sekolah Diduga Dipukul! Disiplin Murid Kalah oleh Emosi Orang Tua?

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Meluntur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial pada 18–20 Oktober 2026. Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, tersebut diduga melibatkan seorang wali murid yang disebut merupakan anggota TNI aktif. Persoalan yang awalnya berkaitan dengan kedisiplinan siswa justru berujung pada dugaan kekerasan terhadap tenaga pendidik.

Berdasarkan keterangan pendamping korban, kejadian bermula ketika pihak sekolah melakukan pemeriksaan kedisiplinan dan mendapati seorang siswa tidak mengenakan sepatu serta kaus kaki. Siswa tersebut kemudian diminta pulang untuk mengambil perlengkapan yang belum dipakai. Anak itu diketahui merupakan anak dari wali murid berinisial MS. Setelah menerima informasi dari anaknya, MS diduga mendatangi sekolah dan terlibat keributan dengan kepala sekolah berinisial MR. Dalam insiden tersebut, korban dilaporkan mengalami luka dan pendarahan di bagian wajah, serta dugaan keretakan pada hidung. Rincian kejadian tersebut masih perlu merujuk pada hasil pemeriksaan resmi.

Persoalan ini kemudian dibawa ke jalur hukum. Korban didampingi tim Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) PCNU Lamongan untuk melaporkan dugaan penganiayaan ke Subdenpom V/2-3 Lamongan pada Sabtu malam. Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan bahwa pihak kepolisian membantu korban mendatangi kantor Subdenpom untuk membuat laporan. Kepala Desa Meluntur, M. Sholeh, juga menyebut bahwa mediasi sempat dilakukan di balai desa dan kedua pihak sempat saling meminta maaf. Meski demikian, proses pemeriksaan tetap berjalan; pendamping korban menyampaikan bahwa saksi-saksi telah diperiksa dan proses pengurusan hasil visum masih berlangsung.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan kedisiplinan di sekolah semestinya diselesaikan melalui komunikasi, bukan kekerasan. Aturan kaus kaki mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika emosi mengambil alih, akibatnya bisa jauh lebih serius daripada pelanggaran tata tertib itu sendiri. Terlebih, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa dan tenaga pendidik untuk belajar serta bekerja. Publik kini menunggu hasil pemeriksaan agar duduk perkara menjadi terang dan setiap pihak memperoleh proses hukum yang adil. Dugaan terhadap pihak yang dilaporkan tetap harus dibedakan dari kesimpulan hukum sebelum pemeriksaan selesai.

Cuma Gegara Kaos Kaki, Kepala Sekolah Diduga Dipukul! Disiplin Murid Kalah oleh Emosi Orang Tua? Cuma Gegara Kaos Kaki, Kepala Sekolah Diduga Dipukul! Disiplin Murid Kalah oleh Emosi Orang Tua? Reviewed by BW on 18.45 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.